MAKASSAR – Kualitas udara di Makassar dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan menjadi perhatian masyarakat sepanjang Oktober 2026. Kondisi ini berkaitan dengan kabut asap dan peningkatan partikel halus di udara. Pada 18 Oktober, ANTARA melaporkan bahwa kualitas udara Sulawesi Selatan masih berfluktuasi, sementara pemantauan BMKG sebelumnya menunjukkan perubahan konsentrasi PM2.5 di Makassar dan sekitarnya.
Situasi tersebut membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal. Selain mengikuti informasi kualitas udara terbaru, menjaga rumah tetap bersih dari debu dan kotoran yang terbawa dari luar juga menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Lantas, bagaimana cara menjaga kebersihan rumah saat kualitas udara Makassar belum stabil? Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan.
Mengapa Kebersihan Rumah Perlu Lebih Diperhatikan?
Partikel debu dapat masuk ke dalam rumah melalui pintu, jendela, ventilasi, pakaian, alas kaki, maupun barang yang dibawa dari luar. Ketika menumpuk, debu bisa terlihat pada permukaan meja, lantai, kusen, dan perabot.
Namun, perlu dipahami bahwa membersihkan rumah tidak sama dengan menghilangkan polusi udara. Pembersihan rutin membantu mengangkat debu yang sudah menempel pada permukaan, sedangkan paparan polutan di luar ruangan perlu diantisipasi melalui langkah perlindungan yang sesuai.
Karena itu, masyarakat sebaiknya memperhatikan dua hal sekaligus: memantau kondisi kualitas udara dan menjaga kebersihan area dalam rumah.
7 Cara Menjaga Kebersihan Rumah Saat Kabut Asap dan Debu Menjadi Perhatian
1. Bersihkan Lantai dengan Cara yang Tepat
Lantai menjadi salah satu area yang mudah mengumpulkan debu, terutama pada rumah yang sering menerima tamu atau memiliki aktivitas keluar-masuk cukup tinggi.
Untuk membersihkannya, gunakan sapu secara perlahan atau alat penyedot debu agar kotoran tidak terlalu banyak beterbangan. Setelah itu, pel lantai menggunakan air dan pembersih lantai sesuai petunjuk pemakaian pada kemasan.
Pembersih lantai seperti Floz Floor Cleaner dapat menjadi pilihan untuk membantu membersihkan permukaan lantai dalam rutinitas kebersihan rumah. Gunakan produk sesuai petunjuk dan jangan mencampurkannya dengan bahan kimia pembersih lain.
2. Lap Permukaan Meja dan Perabot
Debu tidak hanya menempel di lantai. Permukaan meja, rak, lemari, dan perabot lain juga perlu dibersihkan secara berkala.
Gunakan kain mikrofiber atau kain lembap untuk mengangkat debu. Cara ini membantu mengurangi debu yang kembali beterbangan saat permukaan dibersihkan. Mulailah dari bagian yang lebih tinggi, lalu lanjutkan ke permukaan yang lebih rendah.
Jika memungkinkan, prioritaskan permukaan yang sering disentuh atau digunakan anggota keluarga setiap hari.
3. Perhatikan Area Dekat Pintu dan Jendela
Pintu dan jendela merupakan jalur keluar-masuk udara sekaligus tempat debu dapat terkumpul. Periksa kusen, ambang jendela, dan sudut pintu secara rutin.
Bersihkan permukaannya menggunakan kain lembap. Jika debu terlihat menumpuk, angkat secara perlahan agar tidak menyebar ke area lain.
Saat kualitas udara di luar sedang buruk, pertimbangkan untuk menutup jendela yang menghadap langsung ke sumber debu atau asap. Buka kembali untuk ventilasi ketika kondisi udara luar membaik.
4. Bersihkan Keset dan Alas Kaki
Keset di depan rumah dapat menahan sebagian kotoran yang terbawa dari luar. Akan tetapi, keset yang jarang dibersihkan justru dapat menjadi tempat penumpukan debu.
Bersihkan keset secara teratur sesuai bahan pembuatnya. Biasakan pula melepas alas kaki sebelum masuk ke ruang utama rumah. Sediakan tempat khusus untuk sandal atau sepatu agar kotoran dari luar tidak tersebar ke seluruh lantai.
Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi jumlah kotoran yang masuk ke dalam rumah.
5. Jangan Lupakan Kamar Tidur
Kamar tidur perlu mendapat perhatian karena digunakan untuk beristirahat setiap hari. Bersihkan permukaan meja samping tempat tidur, lemari, dan bagian lantai di bawah furnitur yang mudah dijangkau.
Cuci seprai dan sarung bantal secara berkala. Jika memungkinkan, hindari menumpuk pakaian atau barang yang tidak diperlukan karena dapat menyulitkan proses pembersihan.
Bagi keluarga yang memiliki anak kecil atau anggota keluarga yang sensitif terhadap debu, rutinitas kebersihan yang konsisten dapat membantu menjaga lingkungan rumah tetap nyaman.
6. Jaga Kebersihan Dapur dan Kamar Mandi
Dapur dan kamar mandi juga memerlukan perhatian tersendiri. Di dapur, bersihkan meja, area memasak, dan lantai dari sisa makanan maupun minyak. Di kamar mandi, perhatikan lantai yang basah, sudut ruangan, dan saluran pembuangan.
Gunakan produk pembersih yang sesuai dengan jenis permukaan dan kebutuhan masing-masing area. Simpan semua bahan pembersih dengan aman, jauh dari jangkauan anak-anak, serta ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan.
7. Pantau Kualitas Udara Sebelum Beraktivitas di Luar Rumah
Menjaga rumah tetap bersih perlu disertai kewaspadaan terhadap kondisi udara di luar. Pantau informasi kualitas udara dan peringatan resmi dari BMKG atau instansi terkait sebelum merencanakan aktivitas luar ruangan.
Jika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, pertimbangkan untuk mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai ketika harus bepergian. Anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.
Apabila mengalami sesak napas atau keluhan yang mengkhawatirkan, segera cari bantuan medis.
Seberapa Sering Rumah Perlu Dibersihkan?
Frekuensi membersihkan rumah dapat disesuaikan dengan jumlah penghuni, aktivitas harian, dan kondisi lingkungan sekitar. Sebagai panduan sederhana, Anda dapat menerapkan rutinitas berikut:
Setiap hari: bersihkan lantai di area yang sering dilewati, rapikan barang, dan lap permukaan yang terlihat berdebu.
Beberapa kali seminggu: bersihkan kamar tidur, keset, kusen, serta sudut ruangan.
Secara berkala: cuci perlengkapan tidur dan bersihkan area yang sulit dijangkau.
Jika debu lebih cepat menumpuk, tingkatkan frekuensi pembersihan sesuai kebutuhan. Gunakan alat dan metode yang membantu mengangkat debu tanpa menyebarkannya secara berlebihan.
Menjaga Rumah Bersih Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Kondisi kualitas udara di Makassar dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti pembaruan informasi resmi dan tidak hanya mengandalkan tampilan langit sebagai penanda kondisi udara.
Di dalam rumah, kebiasaan seperti membersihkan lantai, mengelap perabot, menjaga kebersihan keset, dan mengatur ventilasi sesuai kondisi udara dapat membantu menjaga lingkungan tempat tinggal tetap nyaman.
Untuk rutinitas kebersihan lantai, gunakan pembersih yang sesuai dengan jenis permukaan dan ikuti petunjuk pemakaian. Floz Floor Cleaner dapat menjadi bagian dari rutinitas tersebut, sementara perlindungan terhadap polusi udara tetap memerlukan langkah tersendiri.
Mulailah dari area yang paling sering digunakan keluarga. Dengan kebiasaan yang konsisten, rumah dapat tetap terawat meskipun kondisi lingkungan di luar sedang kurang bersahabat.
