Makassar Bersiap Hadapi Musim Hujan, 5 Area Rumah Ini Jangan Sampai Terlewat Dibersihkan

Warga Makassar perlu mulai memperhatikan kondisi rumah dan lingkungan sekitar menjelang datangnya musim hujan. Pemerintah Kota Makassar telah memperkuat langkah antisipasi banjir, termasuk membersihkan drainase, mengangkat sedimen, dan menormalisasi kanal di sejumlah kawasan rawan genangan.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya. Pemerintah kota mengerahkan sekitar 150 personel Satgas Drainase untuk membantu memastikan saluran air berfungsi lebih baik menjelang musim hujan yang diperkirakan meningkat pada November hingga Desember 2026. Petugas juga menemukan sejumlah saluran mengalami penyempitan akibat sedimen dan tersumbat sampah. (Sumber: Pemkot Makassar)

Persiapan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga dapat mengambil langkah sederhana dari rumah, mulai dari memastikan saluran air tidak tersumbat hingga menjaga kebersihan area yang berpotensi terkena cipratan air dan kotoran ketika hujan turun.

Lalu, bagian rumah mana saja yang sebaiknya diperiksa sebelum musim hujan tiba?

1. Saluran Air di Sekitar Rumah

Saluran air yang tersumbat dapat menghambat aliran air hujan dan meningkatkan risiko genangan di lingkungan sekitar.

Karena itu, periksa selokan di depan rumah, saluran pembuangan di halaman, serta jalur air yang mengarah ke drainase utama. Pastikan tidak ada tumpukan daun, plastik, atau sampah lain yang menghalangi aliran.

Jika saluran berada di luar kemampuan penanganan pribadi atau merupakan fasilitas umum, koordinasikan dengan pengurus lingkungan maupun pemerintah setempat.

Hindari membuang sampah ke selokan, meskipun jumlahnya sedikit. Kebiasaan tersebut dapat menambah beban saluran, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

2. Teras dan Area Pintu Masuk

Teras menjadi bagian rumah yang paling sering terkena air hujan dan kotoran dari luar.

Ketika penghuni rumah keluar-masuk, air, tanah, dan sisa kotoran pada alas kaki dapat terbawa hingga ke dalam ruangan. Akibatnya, lantai rumah lebih cepat kotor meskipun bagian dalam sebelumnya sudah dibersihkan.

Untuk mengurangi masalah tersebut, bersihkan teras secara rutin dan sediakan keset di dekat pintu masuk. Jika memungkinkan, gunakan tempat khusus untuk meletakkan alas kaki yang basah.

Periksa juga apakah terdapat genangan di sekitar pintu. Air yang dibiarkan mengumpul dapat terbawa masuk dan membuat lantai licin.

3. Lantai Rumah yang Mudah Basah dan Licin

Salah satu tantangan menjaga kebersihan rumah saat musim hujan adalah kondisi lantai yang lebih mudah terkena air dan kotoran.

Air dari alas kaki, cipratan hujan, serta tanah yang terbawa dari luar dapat membuat lantai terlihat kusam. Pada permukaan tertentu, air yang bercampur kotoran juga dapat meningkatkan risiko terpeleset.

Karena itu, membersihkan lantai rumah saat musim hujan sebaiknya dilakukan secara rutin, terutama pada area pintu masuk, ruang keluarga, dapur, dan jalur yang sering dilewati.

Mulailah dengan mengangkat kotoran yang terlihat, kemudian bersihkan lantai menggunakan metode dan produk yang sesuai dengan jenis permukaannya. Jika lantai basah, segera keringkan atau beri tanda agar anggota keluarga tidak terpeleset.

Jangan hanya mengepel ketika lantai terlihat sangat kotor. Pemeriksaan berkala membantu menjaga kondisi rumah tetap nyaman sepanjang hari.

4. Dinding, Jendela, dan Sudut Ruangan

Air hujan tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab rumah terlihat kotor. Debu dan kotoran yang menempel pada kusen, jendela, serta sudut ruangan juga perlu diperhatikan.

Sebelum musim hujan semakin intensif, periksa bagian dinding yang menunjukkan tanda rembesan atau kelembapan. Perhatikan pula sudut ruangan yang kurang mendapat sirkulasi udara.

Jika terdapat rembesan, cari sumber masalahnya dan lakukan perbaikan yang diperlukan. Membersihkan permukaan saja tidak akan menyelesaikan masalah apabila air terus masuk dari luar.

Untuk bagian yang hanya berdebu, gunakan metode pembersihan yang sesuai dengan materialnya. Hindari membasahi permukaan secara berlebihan, terutama jika material tersebut rentan terhadap air.

5. Area Dapur dan Kamar Mandi

Dapur dan kamar mandi membutuhkan perhatian khusus karena keduanya sering terkena air dan digunakan setiap hari.

Di dapur, sisa makanan, minyak, dan air yang tercecer dapat membuat permukaan menjadi kotor. Sementara itu, kamar mandi perlu diperiksa agar saluran pembuangan tidak tersumbat dan lantainya tidak terlalu licin.

Bersihkan sisa makanan segera setelah memasak, buang sampah pada tempatnya, dan pastikan area sekitar tempat cuci piring tidak terus-menerus basah.

Untuk kamar mandi, bersihkan permukaan secara teratur dan perhatikan aliran air pada saluran pembuangan. Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang memadai agar kelembapan tidak berlebihan.

Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kebersihan rumah, baik saat cuaca cerah maupun ketika hujan mulai sering turun.

Cara Menjaga Rumah Tetap Bersih Saat Musim Hujan

Membersihkan rumah tidak harus menunggu sampai seluruh ruangan terlihat kotor. Justru, rutinitas yang konsisten dapat membuat pekerjaan lebih ringan.

Berikut beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan:

  • Periksa saluran air secara rutin. Pastikan tidak ada sampah yang menghambat aliran.

  • Bersihkan teras dan pintu masuk. Kurangi tanah serta kotoran yang terbawa ke dalam rumah.

  • Segera tangani lantai basah. Keringkan area yang berisiko membuat penghuni terpeleset.

  • Bersihkan kotoran sebelum menumpuk. Cara ini membantu proses pembersihan menjadi lebih mudah.

  • Gunakan produk sesuai kebutuhan. Ikuti petunjuk penggunaan dan sesuaikan produk dengan jenis permukaan yang dibersihkan.

Kebiasaan tersebut juga dapat diterapkan di kantor, toko, rumah makan, dan tempat usaha lain yang memiliki aktivitas keluar-masuk cukup tinggi.

Pilih Pembersih Lantai yang Sesuai untuk Kebutuhan Harian

Selain menjaga saluran air dan area luar rumah, perawatan lantai menjadi bagian penting dari rutinitas kebersihan ketika musim hujan tiba.

Lantai yang sering dilewati membutuhkan pembersihan berkala agar kotoran tidak terus menumpuk. Pemilihan pembersih lantai sebaiknya mempertimbangkan jenis permukaan, tingkat kotoran, serta petunjuk pemakaian produk.

Untuk kebutuhan perawatan lantai sehari-hari, Floz Floor Cleaner dapat menjadi salah satu pilihan bagi rumah tangga maupun lingkungan usaha yang ingin menjaga lantai tetap bersih dan terawat.

Gunakan produk sesuai petunjuk pada kemasan. Perlu diingat, pembersih lantai bukan solusi untuk mengatasi banjir, saluran tersumbat, atau rembesan air. Masalah tersebut tetap memerlukan penanganan sesuai penyebabnya.

Persiapan Menghadapi Musim Hujan Dimulai dari Rumah

Langkah pemerintah dalam membersihkan drainase dan kanal merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko genangan di Makassar. Namun, menjaga lingkungan tetap bersih juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Mulai dari tidak membuang sampah ke selokan, memastikan saluran di sekitar rumah tidak terhalang, hingga menjaga lantai dan ruangan tetap bersih, setiap kebiasaan memiliki perannya masing-masing.

Dengan mempersiapkan rumah sejak awal, pekerjaan membersihkan setelah hujan dapat menjadi lebih ringan. Lingkungan pun lebih nyaman untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Jangan menunggu hujan datang untuk mulai berbenah. Periksa saluran air, rapikan area luar rumah, dan jaga lantai tetap bersih agar rumah lebih siap menghadapi musim hujan di Makassar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *